Day: March 19, 2021

2 Kontroversi Dalam Indsutri Game Paling Banyak Disorot

2020 jadi tahun yang jelek untuk kepentingan duniawi, tetapi jadi tahun yang fantastis untuk gaming. Meski begitu, tidak ada perombakan dalam soal jumlah pro-kontra yang berlangsung. Dimulai dari permasalahan yang ditemui streamer sampai keluarkan yang kacau, semua ada di tahun ini.

Saat sebelum tutup tahun 2020 ini, silahkan kita merangkum kembali pro-kontra paling besar yang berlangsung sejauh 12 bulan akhir.

Epic VS Apple

Pertama kali narasi: Epic Games buka akses di mana pemain dapat beli microtransaction Fortnite langsung dari Epic, tanpa mediator App Store punya Apple di mana mereka terima 30% hasil. Perlakuan yang dilaksanakan Epic Games ini menyalahi ketentuan App Store dan membuat game battle-royale unggulan mereka diambil peredarannya dari storefront. Epic tidak terima keputusan itu dan memandang Apple lakukan monopoli dan ambil keuntungan yang begitu tinggi.

Pucuk Pro-kontra: Epic Games melontarkan tuntutan ke pengadilan serta lakukan beberapa tindakan lain seperti membuat iklan parodi, moment in-game, dan belakangan ini membuat kampanye #FreeFortnite dengan kontribusi beberapa influencer untuk mencaci Apple. Epic Games dinilai sudah manfaatkan audience mudanya yang tidak begitu pahami kepentingan hukum untuk jatuhkan Apple, dan Apple sendiri berasa apa yang dilaksanakan dari Epic ini tidak lebih dari sebatas pemasaran stunt di tengah-tengah reputasi Fortnite yang perlahan-lahan turun.

Kasus sedang berjalan sampai sekarang ini dan keadaan saat ini adalah account dan lisensi Epic Games diambil dari App Store tapi Unreal Engine bikinan mereka masih dibolehkan untuk bekerja dan dipakai oleh studio pengembang software di App Store supaya mereka tidak terserang dampak dari sinetron ke-2 perusahaan ini.

Cyberpunk 2077: Delay, Crunch, Hingga Rilis yang Kacau

Awalnya Mula Narasi: Cyberpunk 2077 jadi game paling diperhitungkan tahun ini. Hype dari game terkini CD Projekt Red itu lagi melesat makin dekatnya tanggal keluarkan, sayang setiap kali tanggal keluarkan yang dijanjikan selekasnya datang, developer kabarkan penangguhan game.

Sepanjang satu tahun akhir, game sudah diundur 3x beruntun. Gamer meributkan keputusan itu sebab mereka tidak sabar kembali bermain, dan media turut meributkannya sebab walau game diundur berulang-kali, budaya crunch atau lembur terlalu berlebih malah semakin ditradisikan. Pegawai CD Projekt Red mengutarakan jika lembur yang dilaksanakan adalah tekad mereka sendiri, tetapi cukup banyak tampil protes dari pegawai yang lain akan lembur yang semakin tidak logis itu.

Pucuk Pro-kontra: Game dikeluarkan dengan penuh permasalahan tehnis. Game banjir oleh bug dimulai dari yang lucu sampai yang mengusik perkembangan game. Versus console last-gen dari game ini disebutkan “unplayable” oleh beberapa pemain sebab texture pop-in, visual yang rendah, framerate yang tidak stabil, dan permasalahan tehnis lain.

Baca Juga : Rekomendasi Game 8 Bit Yang Mudah Dimainkan

CDPR kabarkan jika patch tengah ditingkatkan dan mereka mohon maaf atas minimnya transparan untuk versus console last-gen. Mereka membolehkan pemain untuk lakukan kembalikan jika tidak sabar menanti patch yang dijanjikan. Tetapi mereka belum berkontak dengan faksi Sony atau Microsoft atas kembalikan itu, ini membuat ke-2 perusahaan kebanjiran keinginan kembalikan yang tidak sesuai ketentuan yang mereka tentukan. Sony selanjutnya menarik peredaran game secara keseluruhan, kasus sangat jarang dan kemungkinan pertama kalinya berlangsung untuk game bikinan studio AAA.

Saham CDPR turun, pegawai disampaikan geram besar ke manajemen yang memberikan deadline tidak sesuai kenyataan, dan belakangan ini CDPR diberitakan mendapatkan tuntutan oleh beberapa investor sebab sudah memberi harapan palsu. Game masih sukses dan sudah hasilkan untung besar untuk CDPR, tetapi jejeran pro-kontra yang didapat studio Polandia itu pasti menghancurkan popularitasnya dalam sekian tahun kedepan

Read More »